Skip to main content

#dearmysmartboss

Kemarin-kemarin aku berdoa supaya Allah memperbaiki hubungan kerjaku dengan atasanku, menjadikan aku dengannya partner kerja yang saling support dan solid seperti dulu kata beliau saat pertama kali aku menemuinya, namun sekarang aku ingin berdoa supaya aku diberikan atasan dalam pekerjaan ku, lebih baik dari yang sekarang.

Aku sudah lelah menerka-nerka apa yang ada di dalam pikiran beliau, kenapa beliau memutuskan hal tersebut, aku selalu berusaha belajar dari kesalahan yang lalu atas tegurannya, mencoba mengikuti kemauannya, melakukan hal terbaik semampuku, mencoba menerima apapun yang beliau putuskan karena aku tahu beliau orang pintar, berwawasan luas, mandiri dan lain sebagainya.

Tapi entah kenapa, semua hal yg kulakukan dimatanya seperti tidak pernah ada maknanya, semua usaha yang ku usahakan semaksimal mungkin, ikhlas ku kerjakan, tidak meminta sedikitpun pujian atau penghargaan, tapi paling tidak ia bisa tahu kalau aku ini selalu berusaha lakukan yang terbaik walaupun aku tahu masih banyak kekurangannya, tapi ya sepertinya itu semua memang tidak berarti apa-apa.

Aku yang mungkin dianggap hanya seorang pegawai kontrak, yang tidak terlalu pintar, 'bandel' katanya karena dianggap tidak menghargai usaha beliau saat dia mencarikanku rumah untuk tempat tinggal ku selama aku berkantor di sana, dibilang seperti anak SULTAN karena tidak nyaman dengan fasilitas rumah yg tidak memadai, padahal kalau beliau tahu, bukan itu yang membuatku merasa tidak nyaman untuk lebih lama lagi tinggal di rumah itu, tapi karena penghuni-penghuni lain yang kalau beliau jadi aku, pastilah beliau akan jengkel melihat kelakuan penguni-penghuni itu, sangat-sangat tidak peka akan kebersihan dan kerapihan, sekecil apapun, yang pada akhirnya aku lelah dan memilih untuk mengalah, pulang-pergi JKT-KRW menjadi salah satu rutinitas ku kala itu.

Bahkan semenjak pandemi Corona ini, sejak aku mengikuti anjuran WFH alias work from home, yang dimana semakin membuat aku berpikir dengan keadaan seperti ini apa aku sebaiknya resign saja dari kantorku, aku benar-benar sudah tidak nyaman, bingung harus melakukan apalagi, harus kerja seperti apa lagi, apa kesalahan ku, dan lain sebagainya.

Ditambah dengan hasil seleksi SKD CPNS kemarin, yang untuk kedua kalinya ternyata aku gagal 'lagi', dan di pikiran ku saat itu aku berusaha ikhlas atas hasil tersebut, tapi sejenak aku berpikir kembali atas konsekuensi ini adalah mau tidak mau aku harus bertahan di tempat kerja saat ini, aku harus bertahan, bertahan, dan bertahan dan jujur itu yang membuat aku paling sedih saat ini.

Bertahan di saat kondisi seperti ini, atasanku yg seperti itu, aku wfh dengan rutinitas kantor yang tidak terlalu banyak....

Aku mencoba untuk tetap bersyukur dan berterima kasih kepada Allah atas segala apapun yg terjadi dalam hidup; kesedihan, kegagalan, kebahagiaan, berkat dan rahmat, dan lain sebagainya, hanya saja untuk kondisi atasanku, yang sekarang aku tidak tahu harus seperti apa, 1 tahun lebih aku mencoba untuk bersabar dan menerima segala kondisi seakan tidak terjadi apa-apa, tapi ya entahlah aku bingung, aku harus bagaimana lagi, aku harus seperti apa lagi.

Semakin aku menulis ini, entah semakin banyak bayangan-bayangan yang ada dalam pikiran ku muncul, bayangan bahwa apapun yg terjadi aku harus selalu ambil sisi positifnya, apapun yg terjadi percayalah semua akan tetap baik-baik saja, dan tetap bersyukur bahwa keadaanku ini memang sulit, tapi mungkin juga tanpa sepengetahuanku ada orang lain yang sedang lebih sulit menjalani episode kehidupannya.

Jadi, jalani saja ya, ikuti saja kemauannya, percayalah kesabaran akan menghasilkan buah yang manis, percayalah bahwa beliau dan kamu sama-sama makhluk ciptaan Allah, mintalah kepada Sang Pemilik-nya, Dia Maha Mengetahui, Dia Maha Melihat, Dia Maha Memberi balasan baik/buruk dari setiap hal yang dilakukan hambanya.

I have no choice, tetap bertahan sambil terus berikhtiar dan berdoa, inshaa Allah akan berakhir indah, aamiin ya rabbal alamin..




Comments